MEMOAR SANG AYAH
Pak, kulihat engkau masih tersekat di bahtera malam yang terombang-ambing oleh kisaran angin
Engkau ingin sembunyi dari koyakan bintang yang selalu menanyakan bagaimana cumbuan mesra anakmu
Engkau berlari dari bulan yang selalu bertanya bagaimana dekapan hangat anakmu
Pak, engkau jajaki setiap arah demi arah yang kau tuju
Namun, yang kautemukan adalah jalan melipat-lipat tak berjumlah
Pak, engkau meragukan bermimpi melihat luasnya langit dengan dua merpati yang bermesraan
Mungkin bagimu, melihat sesuatu dua yang bermesraan adalah memoar yang meluka
Pak, kesendirian tanpa arah hanya akan menidurkan orang yang bermimpi.
Cirebon, 04-08-2016
Andri Khr, subang
tadris Ips A / smtr 3


0 Response to "MEMOAR SANG AYAH"
Posting Komentar